Pengalaman Proyek yang Kurang Baik

Pengalaman Proyek yang Kurang Baik

Pengalaman adalah kejadian/peristiwa yang di alami langsung oleh diri sendiri. Pengalaman bisa menjadi guru berharga dalam perjalanan hidup/ karier kita, pengalaman yang di dapat dalam kehidupan bisa menjadi sesuatu yang positif  atau negatif. Itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Pada dunia konstruksi diperlukan orang orang berpengalaman, untuk melaksanakan pembangunan proyek. Pengalaman proyek tidak dilihat dari umur orang itu bekerja di lapangan, bisa saja ada orang yang lebih tua dari kita di lapangan/proyek tetapi orang itu hanya mengerti satu bidang pekerjaan saja, oleh sebab itu baik kita lebih tua atau masih muda wajib saling menghargai.
Terkadang terjadi masalah pada sebuah pekerjaan karena yang berpengalaman (kurang baik) dan yang baru mulai masuk pada dunia konstruksi. Contoh:
Kontraktor akan melakukan pengecoran kolom, ketika mobil readymix tiba ke proyek, orang yang berpengalaman akan meminta anak yang baru terjun kelapangan untuk melakukan tes slump beton dan pembuatan benda uji, ketika pengetesan dan pembuatan benda uji selesai mobil readymix belum di bongkar dikarenakan tower crane mengalami masalah. Setelah menunggu beberapa jam tower crane bisa beroperasi kembali, dituang beton ke bucket pada tuangan satu sampai ketiga beton masih normal, tetapi ketika tuangan ke empat beton sudah mengental dan membuat sulit pekerjaan, di mana saat itu teknisi tidak membawa obat beton agar beton tidak mengental. Akhirnya tukang dengan inisiatifnya memasukan air ke dalam mobil readymix dengan maksud agar beton tidak mengental, di sini terjadi perdebatan antara orang yang berpengalaman (kurang baik) dan yang baru terjun kelapangan. Orang yang baru terjun kelapangan biasanya akan melarang penambahan air tersebut, bila sudah terjadi mobil tersebut akan di foto lalu dipulangkan, berbeda dengan orang yang berpengalaman (kurang baik) dia akan membiarkan mobil readymix tersebut di tambah air agar beton tidak mengeras, sehingga pekerjaan pengecoran kolom tersebut dapat selesai. Mereka akhirnya berdebat dan orang yang berpengalaman (kurang baik) ini menceritakan proyek yang pernah dia kerjakan, jika penambahan air itu tidak apa – apa karena belum pernah terjadi proyek yang dia kerjakan runtuh karena hal itu.
Cerita di atas hanya contoh ketika orang baru terjun kelapangan akhirnya terpengaruh oleh orang yang berpengalaman (kurang baik). Seharusnya orang yang mempunyai pengalaman (kurang baik) tidak melakukan pekerjaan dengan cara akal – akalan tetapi mengerjakan pekerjaan sesuai prosedur yang sudah di sepakati bersama, sehingga pekerjaan dengan cara akal – akalan tidak diwariskan kepada orang – orang yang baru terjun kelapangan.
Untuk teman – teman yang membaca blog ini, jika ada salah dalam penulisan mohon di maafkan dan tolong bantu dikoreksi. Terima kasih.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Pengalaman Proyek yang Kurang Baik"

Post a Comment