Pekerjaan Pile Cap Pada Proyek Pembuatan Pabrik

Pile Cap


Pile Cap adalah salah satu elemen struktur yang berfungsi mengikat satu/beberapa grup pondasi sebelum didirikan Kolom/Shear Wall/ Core Wall. Pile Cap tersusun atas tulangan baja biasanya menggunakan besi ulir di mana tebal, panjang, lebar dan diameter tulangan yang diperlukan tergantung Konsultan Perencana Struktur pada proyek bersangkutan. Ketika sebuah bangunan sudah berdiri Pile Cap akan berfungsi menerima beban dari struktur atas (Beban Hidup/Beban Mati) dan beban itu diteruskan secara merata ke satu/beberapa grup pondasi.
Pada proyek pembangunan kantor pabrik ada tiga bentuk Pile Cap, yaitu: Persegi, Persegi Panjang dan Segitiga, dimana mempunyai dimensi yang berbeda tapi dengan diameter tulangan atas dan bawah yang sama untuk bangunan utamanya. Untuk metode yang digunakan untuk pekerjaan Pile Cap sebagai berikut:
1.        Kontraktor akan membuat shop drawing untuk area yang akan dikerjakan.
2.        Shop drawing yang dibuat akan diperiksa oleh Konsultan Pengawas, jika pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan gambar for construction maka gambar akan di approve dan dikembalikan ke Kontraktor lalu gambar akan di diperbanyak untuk di berikan kepada Pelaksana, Surveyor dan Konsultan Pengawas. Tapi jika shop drawing belum sesuai gambar for construction maka gambar akan dikembalikan untuk di revisi.
3.        Kontraktor akan membuat izin pengecekan tanah exising di area pekerjaan Pile Cap, izin tersebut di ajukan kepada Konsultan Pengawas. Jika izin sudah di approve Konsultan Pengawas maka Kontraktor boleh melakukan pekerjaan sesuai izin tersebut, tapi jika izin tidak diberikan Kontraktor harus menanjakan kepada Konsultan Pengawas kenapa tidak di izinkan.
4.        Kontraktor akan mengecek level tanah exisiting area Pile Cap untuk mengetahui berapa kedalaman yang diperlukan.
5.        Kontraktor akan membuat shop drawing existing tanah, lalu gambar tersebut akan diajukan kepada Konsultan Pengawas untuk di cek. Jika gambar sudah di approve maka gambar akan diperbanyak dan diberikan kepada Pelaksana, Surveyor dan Konsultan Pengawas.
6.        Kontraktor akan membuat izin pekerjaan galian Pile Cap, lalu diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat persetujuan pekerjaan.
7.        Jika Izin sudah di approve Kontraktor akan melakukan pekerjaan galian tanah Pile Cap.
8.        Biasanya Surveyor akan membuat titik pinjaman untuk mempermudah alat leveling mengecek kedalaman tanah yang diperlukan.
9.        Setelah tanah digali sesuai level maka surveyor akan membuat level untuk pemotongan kepala tiang pancang.
10.    Tiang pancang yang sudah dilevel akan di bobok sampai batas level yang ditentukan surveyor. Bobokan tiang pancang dan tanah galian di buang atau di tempatkan di area yang jauh dari pekerjaan Pile Cap.
11.    Dilanjutkan dengan pekerjaan pasir urung dimana pasir urung harus di padatkan dengan stamper dan mempunyai tebal 10 CM.
12.    Setelah itu dilanjutkan pekerjaan pembuatan lantai kerja dengan adukan beton setebal 5 CM.
13.    Setelah lantai kerja kering Surveyor akan memarking untuk pekerjaan bekisitng, setelah di marking dilakukan pekerjaan pembuatan bekistng Pile Cap, di sini pembuatan bekistng Pile Cap menggunakan pasangan Batako.
14.    Setelah bekisting Pile Cap jadi dilakukan dengan pekerjaan Tie Beam,
15.    Untuk pekerjaan Tie Beam akan di infokan secepatnya.
Bobok Tiang Pasir Urug
Lantai Kerja Besi Pile Cap
Cek Pembesian Pekerjaan Pengecoran 
Cor Sesuai Level Perawatan Beton

Video : Klik Disini
Untuk teman-teman yang membaca blog saya bila ada salah penulisan atau ada yang salah dalam tahapan-tahapan pekerjaan mohon di maafkan  dan tolong bantu dikoreksi, saya hanya seorang pekerja baru dilapangan. Terima kasih

0 Response to "Pekerjaan Pile Cap Pada Proyek Pembuatan Pabrik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel