Pekerjaan Kolom Pada Proyek Apartemen

Pekerjaan Kolom
Kolom adalah salah satu elemen struktur yang berfungsi menerima beban dari (Balok, Plat, Beban hidup dll), lalu diteruskan ke Pile Cap (Jika bangunan tersebut menggunakan Pile Cap) atau ke struktur bawah (Pondasi). Dimensi kolom di setiap bangunan berbeda-beda tergantung perhitungan dari Konsultan Perencana, dimensi kolom terbesar yang pernah saya liat proses pengerjaannya sekitar Panjang 1400 cm dan Lebar 500 cm.
Pelaksanaan Pekerjaan Kolom sebagai berikut :

1.    Kontraktor mengajukan approval material (material yang digunakan untuk pengecoran kolom), material yang diajukan akan dicek apakah sudah sesuai spek atau belum, lalu meninjau tempat pabrikasi Supplier tersebut  dan melakukan pengetesan material. Jika tahapan tersebut sudah memenuhi persyaratan maka approval material akan ditanda tangani oleh Owner lapangan dan Manajemen Konstrksi.

2.   Kontraktor mengajukan metode pekerjaan pengecoran kolom, dimana metode yang akan ajukan akan didiskusikan antara Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan. Jika metode yang diajukan Kontraktor sudah sesuai dengan keinginan Owner, maka Owner lapangan akan menginformasikan ke Manajemen Konstruksi kemudian oleh Manajemen Konstruksi akan di informasikan ke Kontraktor.

3.    Kontraktor membuat shop drawing kemudian di ajukan ke Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan, shop drawing yang diajukan akan dilakukan pengecekan dua kali pertama oleh Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan. Shop drawing akan di sandingkan dengan gambar perencana lalu dilakukan pengecekan. Jika gambar sudah sesuai maka gambar akan di tanda tangani oleh Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan lalu diberi cap beserta tanggal di gambar yang sudah disetujui.

4.    Shop drawing yang sudah di tanda tangani dan dicap oleh Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan akan di perbanyakan untuk diberikan kepada: Pelaksana, Surveyor, Mandor, Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan.

5.      Pelaksana akan mengajukan ijin pekerjaan untuk area kolom yang akan dikerjakan, ijin pekerjaan akan di cek oleh Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan, jika area yang dikerjakan tidak bermasalah dan shop drawing sudah Ok, maka ijin pekerjaan tersebut akan di tanda tangani oleh  Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan.

6.  Pelaksana yang sudah memegang shop drawing dan ijin pekerjaan akan meminta tukang besi untuk merakit tulangan dan tukang kayu untuk pembuatn bekisting sesuai dengan gambar shop drawing, kemudian pelaksana meminta Surveyor untuk membuat as kolom dan memarkingnya.

7.  Karena di proyek ini ada pekerjaan Pile Cap, Surveyor akan memarking di tulangan atas pile cap, kemudian tukang besi akan memasang stek kolom, dimana pemasangan stek kolom harus kuat dan tegak lurus agar saat pengecoran Pile Cap stek tulangan kolom tidak bergeser.

8.   Jika pekerjaan pengecoran Pile Cap, Lantai Basement dan Floor Hardener selesai Surveyor akan membuat sifatan di area kolom, setelah itu pelaksana akan meminta operator Tower Crane untuk mengangkut tulangan yang sudah dirakit ke posisi stek kolom sesuai gambar shop drawing, kemudian stek kolom akan di sambung dengan besi yang sudah di rakit. Setelah itu tukang kayu akan membuat sepatuan kolom.

9.  Setelah pekerjaan pembesian selesai, pelaksanaan akan meminta Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan untuk melakukan pengecekan pembesian. Biasanya masalah yang sering terjadi saat pengecekan tulangan kolom, seperti : penempatan tulang begel/ties untuk tumpuan dan lapangan kurang tepat, tulangan penjaluran kolom kurang panjang dan tulangan begel/ties belum di bendrat dengan benar. Jika komplenan dari Manajemen Konstruksi dan Owner lapangan sudah diperbaiki, pelaksana boleh melakukan kegiatan selanjutnya.

10.  Peleaksana akan meminta operator Tower Crane mengangkat bekisting kolom dan memasukan bekisnting ke tulangan yang sudah dicek. (Kolom yang diangkut dalam kondisi bersih dan tulangan yang sudah dicek harus keadaan bersih)

11. Setelah bekisitng terpasang, ada bagian sabuk kolom, tie rod dan wing nut. Wing nur di putar agar dimensi bekisitng kolom tidak berubah. Kemudian penyetingan pada puss pull serta di cek dengan unting-unting agar kolom vertikal sesuai gambar shop drawing.

12.  Setelah penyetingan selesai maka pelaksana akan meminta kepada kepala gudang untuk mengorder beton ready mix. Beton ready mix sebelum dilakukan pengecoran harus di lakukan uji slump dan pembuatan sampel benda uji. Jika pengujian slump sudah sesuai dengan rencana dan sampel benda uji sudah dibuat, maka dilakukan pengecoran. Saat pengecoran gunakan vibrator untuk memadatkan cor-an beton dan agar beton mengisi seluruh bekisitng.

13.  Surveyor akan mengambil kayu/bambu/pipa kemudian menandainya setelah itu di tempel pada bekisting kolom, untuk mengetahui kapan pengecoran kolom selesai.

14.  Tunggu ± 12 jam baru bekisting kolom di angkat, setelah itu cek kondisi fisik  kolom.

15.  Biasanya sering bermaslah ketika penggunan vibrator kurang maksimal, area pengecoran masih kotor, bekisting belum dalam keadaan bersih. Keadaan ini bisa membuat kolom ketika di angkat terjadi gomapal/ retak/ besi kolom terlihat karena beton tidak mengisi bekisting secara sempurna.

Cairan Perekat Beton Lama dan Baru
Tulangan Pile Cap
Stek Tulangan Kolom
Pengecoran Plat Lantai
Pekerjaan Floor Hardener
Surveyor Melakukan Marking
Pemasangan Sambungan Tulangan Kolom
Sambungan Tulangan Kolom
Pekerjaan Las Sepatuan Kolom
Pemasangan Bekisting Kolom
Bekisting Kolom Sudah Dipasang
Setting Bekisting Kolom
Slump Beton
Pengecoran Kolom
Permukaan Kolom Baik
Permukaan Kolom Tidak Baik

Note : Foto-foto di atas sudah diedit
Video : Klik Disini


Untuk teman-teman yang membaca blog saya bila ada salah penulisan mohon di maafkan  dan tolong bantu dikoreksi, saya hanya seorang pekerja baru dilapangan. Terima kasih



0 Response to "Pekerjaan Kolom Pada Proyek Apartemen"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel